Selamat datang. coment kalau ada yang kurang tepat share kalau ada yang bermanfaat. tetap semangat.
Monday, 16 February 2015
Sunday, 15 February 2015
Thursday, 12 February 2015
Tuesday, 10 February 2015
Saturday, 7 February 2015
Friday, 6 February 2015
Metode Penelitian
A.
HIPOTESIS
“Hipotesis adalah kebenaran yang
masih berada di bawah ( belum tentu benar) dan baru dapat diangkat menjadi
suatu kebenaran jika telah disertai bukti – bukti”.[1]
Hipotesis yang penulis ajukan dalam penelitian ini adalah :
1.
Hipotesis Alternatif
Ha :
Ada Peranan yang sigifikan terhadap Guru PAI dalam membentuk karakter siswa MA Al Azhar Muncar Kecamatan Megang
Sakti Kabupaten Musi Rawas.
2.
Hipotesis Nihil ( Ho )
Ho :
Tidak ada Peranan yang sigifikan terhadap Guru PAI dalam membentuk
karakter siswa MA Al Azhar Muncar
Kecamatan Megang Sakti Kabupaten Musi Rawas.
B.
METODE PENELITIAN
A.
Jenis penelitian
1. Metode
induktif
adalah menguraikan data yang bersifat khusus kemudian
ditarik yang bersifat umum.[2]
Metode induktif ini digunakan untuk mengetahui suatu data
yang bersifat umum, menyimpulkan dari beberapa ahli atau ilmuan dalam landasan
teori agar jelas apa yang dimaksud.
2.
Metode deduktif
adalah suatu pola berfikir dari soal – soal yang bersifat
umum kemudian ditarik kesimpulan yang bersifat khusus dengan menguraikan data
teoritis juga membandingkan beberapa pendapat kemudian ditarik kesimpulan dan
juga untuk menganalisa data. Untuk menyimpulkan dari beberapa pendapat para
ahli atau ilmuan agar lebih jelas maksudnya.
Menurut prof. Drs Sutrisno Hadi metode deduktif
adalah : apa saja yang dipandang benar pada suatu peristiwa dalam suatu kelas
atau jenis berlaku juga sebagai hal yang benar pada semua peristiwa yang
terminus dsalam kelas atau jenis itu.[3]
Metode
diduktif ini digunakan untuk menarik kesimpulan dari data yang yang bersifat
khusus dan menguraikan data teoristis agar ilmuan lebih jels maksudnya.
2. Metode
komperatif,
adalah membandingkan dua atau tiga kejadian dengan melihat kejadian – kejadian
ataupun penyebab – penyebabnya. Metode komperatif digunakan untuk membahas
penyajian hasil penelitian yang berasal dari beberapa pendapat atau sumber
informasi,
Menurut
Prof. Dr. Suhairini Arikunto metode komperatif adalah ”menulis faktor
–faktor tertentu yang berhubungan dengan situasi yang diselidiki dan dibandingkan
antara suatu faktor dengan faktor lain.”[4]Metode
ini digunakan untuk mengambil kesimpulan tentaang pengertian – pengertian dari
suatu hal seperti pengertian kedisiplinan, atau penegrtian tentang akhlaq dan
lain – lain.
B. Populasi
Populasi adalah keseluruhan obyek yang diteliti, pengertian
populasi menurut Dr. Suharsini arikunto adalah sebagai keseluruhan dari obyek
penelitian. 56 adalah obyek penelitian di MTs Al-Basmalah Plumpungrejo Kec.
Wonoasri Kab.Madiun. adalah siswa, guru, dan kepala sekolah maka mata pelajaran
yang diajarkan pada sekolah ini dianggap oleh penulis untuk dijadikan obyek
penelitian dan perinciannya adalah sebagai berikut.
|
Sekolah MA Miftahussalam
|
L
|
P
|
Jumlah
|
Keterangan
|
|
|
Kelas
|
X
XI
XII
|
24
34
17
|
14
41
14
|
38
75
31
|
|
|
|
|
74
|
70
|
144
|
|
C. Sampel
Menurut Prof. Dr. sutrisno Hadi MA bahwa yang dimaksud
sampel adalah :
“sangat jarang orang menelidiki seluruh penduduk untuk
menetahui setiap pendapat mereka melainkan hanya sebagian saja walaupun begitu
kesimpulan – kesimpulan dari penelidikan itu tidak dibatasi pada orang –
orang lain yang turun menjadi obyek penelidikan sebagai individu yang
diselidiki untuk siap kenyataan – kenyataan yang deperoleh dari sampel itu
hendak digeneralisasikan disebut sebagai populasi atau universe.[5]
Adapun tentang besar kecilnya sampel diambil dari populasi
tidak ada ketentuan yang jelas dalam hal ini Prof. Dr. Sutrisno Hadi MA
menyatakan bahwa :
“sebenarnya
tidak ada ketentuan mutlak berapa suatu sampel harus diambil dari populasi.[6]
Akan
tetapi menrut suharini arikuntomenjelaskan bahwa :
”
sekedar ancer-ancer maka apabila subyek kurang dari 100 lebih, lebih baik
diambil semua sehingga penelitiannya merupakan populasi, selanjutnya jika
jumlah subyeknya bersar dapat diambil antara 10 – 15% atau 20 – 25%.[7]
Tabel II
Sampel penelitian MA Al Azhar Muncar
Tahun Pelajaran 2014
|
NO
|
Kelas
|
Jumlah
|
25 %
|
SAMPEL
|
|
1
|
X
|
38
|
38 x 25% = 10
|
10
|
|
2
|
XI
|
75
|
75 x 25% = 18
|
18
|
|
3
|
XII
|
31
|
31 x 25% = 7
|
7
|
|
Jumlah
|
144
|
Jumlah
|
35
|
|
*penentuan
sampel dengan menggunakan rondom sampling
D. Metode
Pengumpulan Data
a) Metode
Interview
Interviu yang juga disebut dengan wawancara atau kuesioner
lisan, adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara (interviewer).
Interviu digunakan oleh peneliti untuk meneliti keadaan
seseorang misalnya untukmencari tentang variabel latar belakang murid atau
orang tua, pemdidikan, perhatian, sikap sesuatu.
Ditinjau dari pelaksanaanya, maka dibebaskan atas :
- Interviu bebas, unguided Intervew, dimana pewawancara bebas menanyakan apa saja, tetapi menginagt akan data apa yang akan dikumpulkan.
- Interviu terpimpin, guided imtervew, yaitu yang dilakukan oleh pewawancara dengan membawa sederetan pertanyaan lengkap dan terperinci seperti yang dimaksud dalam interviu.
- Interviu bebas terpimpin, yaitu kombinasi antara interviu bebas dan interviu terpimpin.
Metode
ini digunakan oleh penulis untuk mengetahui data tentang :
1.
Sejarah berdirinya MA Al Azhar
Muncar
2.
Pelaksanaan kegiatan belajar
mengajar di MA Al Azhar Muncar
3.
Keaktifan siswa dalam mengikuti
bidang setudy pendidikan agama Islam.
- Metode Observasi
Yaitu metode pengumpulan data dengan pengamatan langsung, secara
sistematis terhadap kenyataan – kenyataan yang diselidiki. Di dalam pengertian
pesikologi, observasi atau disebut juga dengan pengamatan, meliputi pemusatan,
perhatian terhadap sesuatu obyek dengan menggunakan seluruh alat indra.
Observasi dapat dilakukan dengan dua cara, yang kemudian
digunakan untuk menyebut jenis observasi yaitu :
- Obser vasi non isitematis, yang dilakukan oleh pengamat dengan tidak mengunakan intrumens pengamatan.
- Observasi sistematis, yang dilakukan oleh pengamatdengan mengunakan pedoman sebagai instrumen pengamatan.
Metode ini dipergunakan untuk mengetahui data tentang :
1.
Letak geografis MA Al Azhar Muncar
2.
Sarana dan prasarana fasilitas
madrasah tempat penelitian.
- Tentang kebiasaan siswa sehari – hari
- Struktur organisasi kepegawaian di MA Al Azhar Muncar
- Metode angket
Adalah suatu daftar pertanyaan yang diajukan kepada pihak
atau orang yang dimintai pendapat tentang pribadinya untuk memberikan jawaban
yang dianggap cocok atau dipercaya. Pada metode ini, pertanyaan diajukan secara
tertulis dan disebarkan kepada para responden untuk dijawab, dikembalikan lagi
kepada pihak peneliti.
Angket ini digunakan untuk mendapatkan data melalui angket
langsung kepada siswa untuk menetahui tentang :
- Untuk memperoleh data tentang sikap siswa dalam pelaksanaan pendidikan agama Islam
- Untuk memperoleh data tentang hambatan – hambatan yang mempengaruhi pendidikan agama Islam dalam upaya meningkatkan akhlaqul karimah.
- Untuk memperoleh data tentang sikapsiawa terhadap materi pendidikan agama Islam yang berkaitan dengan akhlqul karimah.
- Metode Analisa Data
yang dimaksud dengan metode analisa data adalah uasaha
secara konkrit agar data yang dihimpun itu dapat diatur sedemikian rupa
sehingga data tersebut dapat dibuktikan. Halmini akan dapat menjadikan
kenyataan apabila data tersebut tersusun dan diolah dengan sistematis yang
baik. Menurut Drs. H. Nazar Bakry dalam bukunya menyatakan :
”Analisa
data adalah serangkaian kegiatan mengolah seperangkat hasil baik dalam bentuk
pertemuan baru maupun dalam bentuk pembuktian kebenaran hipotesa.[8]
Sedangkan maksud dari metode analisa data dengan sesuai
njenis penelitian yang dipilih merupakan cara yang digunakan untuk mengolah dan
menyusun data yang terkumpul untuk ditarik suatu kesimpuilan menuju suatu
kebenaran yang dapat diprtanggung jawabkan untuk dayta kualitatif penulis
menggunakan teknik data kwalitatif yaitu jadi pertama-tama penulis mulai dari
fakta – fakta kudus menuju sitem umum. Dari dari penjalasan sifatnya umum
tersebut, penulkis menyelidiki lagi fakta – fakta untuk mengecek penjelasan
brrkeyakinan tentang obyek personal sampai pada suatu pemecahan hasil yang
dicapai.
- Untuk data yang kuatitatif penulis menggunakan teknik data statistik Diskriktik adalah setatistik yangmempunyai tugas menggorganisasikan dan menganalisa data angka, agar dapat memberikan gambaran secara teratur, ringkas, jelas mengenai suatu gejala peristiwa atau keadaan makna tertentu.[9]
- Reflektif tingking, yang dimaksud reflektif tingking adalah mengkombinasikan yang baik dari dua cara metode yaitu induktif dan deduktif. Bahwa penyelidikan mula-mula bergerak dari fakta-fakta itu hal ini dilakukan secara terus menerus sampai diperoleh ekspalansi eksplansi yang memberikan kenyakinan padanya tentang obyek persoalan. Jadi jelas penulisan menggunakan metode dan Reklektif thingking sebagai usaha atau langkah menuju kesempurnaan skripsi ini.
Sehingga
dapat mengambarkan penyajian angka-angka dan presentasenya dengan mengunakan
rumus :
P
= X 100 % F = frekuensi
N = jumlah Frekuensi / banyaknya indifidu
P = Angka Presentase[10]
C.
Sistematika Pembahasan
Dalam pembahasan suatu permasalahan
harus didasari oleh kerangka berpikir yang jelas dan teratur. Yang mana dalam
rumusan masalah peneliti secara umum merumuskan Peranan Guru Pai dalam
membentuk Karakter siswa MA Al Azhar Muncar Kecamatan Megang Sakti Kabupaten
Musi Rawas.
Untuk memperoleh gambaran dan
penjelasan menyeluruh dalam penelitian ini, maka penulis menggunakan
sistematika sebagai berikut :
Bab pertama, yang merupakan bab
pendahuluan yang terdiri yang terdiri
dari latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan peenlitian,
hipotesis, manfaat penelitian,defenisi istilah.
Bab kedua, menyajikan tentang kajian
pustaka yang terdiri dari pengertian guru PAI, pengertian pendidikan agama
islam, pengertian Karakter.
Bab ketiga,metode penelitian
yang merupakan rancangan penelitian,
populasi dan sampel penelitian, prosedur pengumpulan data, anlisa data yang
telah dikumpul tentang bagaimana peranan Guru PAI dalam membentuk Karakter
Siswa MA Al Azhar Muncar Kecamatan
Megang Sakti Kabupaten Musi Rawas.
Bab keempat, menggambarkan hasil dan
pembahasan penelitian penelitian yang meliputi gambaran singkat daerah
penelitian, penyajian data dan analisa data, pengujian hipotesis.
Bab kelima, merupakan bab penutup
yang berisikan simpulan dan saran – saran dari hasil penelitian.
D. DAFTAR
PUSTAKA
1.
Departemen Agama RI, Al Qur’an dan
Terjemahnya, Toha Putra, Semarang, 1989
2. Arifin, Hubungan Timbal Balik
Pendidikan Agama Islam di Sekolah dan Keluarga, Bulan Bintang Jakarta, 1976
3. Zakiah
Daradjat, Kepribadian Guru, Bulan Bintang, Jakarta, 1982
4. Zuhairini, dkk, Metodik Khusus
Pendidikan Agama Islam, Usaha Nasional, Surabaya,1981
5. Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Model Praktek,
( Jakarta:Rineka Cipta, 2002)
6. Sutrisno Hadi, Metodologi
Reaserch, Ygyakarta, 1982
7. Sutrisno Hadi, Metodologi
Reaserch, Ygyakarta, 1982
8. Suhairini arikunto, Prosedur penelitian
suatu pendekatan Praktek, Reneka cipta, Jakarta
9. Abdurrahman,
An-Nahlawi, Prinsip-Prinsip dan Metode Pendidikan Islam dalam Keluarga, Sekolah
dan Masyarakat, Diponegoro, Bandung, 1992
10. Hery
Noer Aly, Ilmu Pendidikan Islam, Logos Wacana Mulia, Jakarta, Cet. I,
1999
11. Asmaran,
AS., Pengantar Studi Akhlaq, Bulan Bintang, Jakarta, 1995
12. Endang
Syaifuddin, Ansshary, Wawasan Islam, Raja Grafindo Persada, Jakarta,
2003
13. Rahman
Shaleh, Akhlaq Ilmu Tauhid, Madrasah Aliyah, Cet. Ketujuh, 2000
14. Mahmud
Yunus, Metodik Khusus Pendidikan Agama, Hidya Karya Agung, Jakarta, 1983
15. Arifin,
Hubungan Timbal Balik Pendidikan Agama Islam di Sekolah dan Keluarga,
Bulan Bintang Jakarta, 1976
Subscribe to:
Posts (Atom)