Wednesday, 4 February 2015

Tugas BK



“Siswa Susah Menerima Pelajaran ”
Diajukan Untuk Memenuhi tugas MakalahMata Kuliah
Bimbingan Konseling
Dosen pengampu :
Hendro Juono. St. MM












   Di susun Oleh:
Habiburrahman 
Uur Kholifah
Suyani
Prody: SI PAI (Pendidikan Agama Islam)
Jurusan:
Tarbiyah
Tahun ajaran 2012-2013 M
Sekolah Tinggi Islam Blambangan (STIB)- Banyuwangi

Kata Pengantar
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam administrasi pendidikan dalam profesi keguruan.
Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini


































BAB I
PENDAHULUAN

A.   KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa penulis dapat menyelesaikan tugas Makalah yang berjudul “Siswa susah menerima pelajaran.
Dalam pembuatan tugas Makalah ini, penulis mendapat bantuan dari berbagai pihak, maka pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : Bpk. Hendro selaku dosen pengempu. dan Teman teman  yang telah memberikan kesempatan dan memberi fasilitas sehingga mtugas ini dapat selesai dengan lancar.
Akhir kata semoga tugas Makalah ini bisa bermanfaat bagi kita pada umumnya dan penulis pada khususnya, penulis menyadari bahwa dalam pembuatan tugas Makalah ini masih jauh dari sempurna untuk itu penulis menerima saran dan kritik yang bersifat membangun demi perbaikan kearah kesempurnaan. Akhir kata penulis sampaikan terimakasih.











BAB II
PEMBAHASAN

A. Latar Belakang
Sebagai seorang guru yang sehari-hari mengajar di sekolah, tentunya tidak jarang harus menangani anak-anak yang mengalami kesulitan dalam belajar. Anak-anak yang sepertinya sulit sekali menerima materi pelajaran, baik pelajaran membaca, menulis, serta berhitung yang merupakan kebutuhan dasar yang akan dipelajari pada saat sekolah dasar. Hal ini terkadang membuat guru menjadi frustasi memikirkan bagaimana menghadapi anak-anak seperti ini. Demikian juga para orang tua yang memiliki anak-anak yang memiliki kesulitan dalam belajar. Harapan agar anak mereka menjadi anak yang pandai, mendapatkan nilai yang baik di sekolah menambah kesedihan mereka ketika melihat kenyataan bahwa anak-anak mereka kesulitan dalam belajar.
Akan tetapi yang lebih menyedihkan adalah perlakuan yang diterima anak yang mengalami kesulitan belajar dari orang tua dan guru yang tidak mengetahui masalah yang sebenarnya, sehingga mereka memberikan cap kepada anak mereka sebagai anak yang bodoh, tolol, ataupun gagal tanpa memahami dan menelusuri latar belakang, sebab akibat kenapa anka tersebut mengalami kegagalan dalam belajar.
Fenomena ini kemudian menjadi perhatian para ilmuan yang tertarik dengan masalah kesulitan belajar. Begitu juga para mahasiswa yang pada saat melakukan penelitian di sekolah dasar melihat bahwa kebanyakan guru belum maksimal dalam upaya pemberian bantuan terhadap kesulitan belajar ank di sekolah. Untuk itu penulis terpanggil untuk memberikan beberapa masukan dan saran kepada pihak sekolah yang diteliti
B.        IDENTIFIKASI KASUS
Awal  mula ketika seorang guru itu tau bahwa kasus siswa tersebut adalah susah menerima
pelajaran. Seorang guru khususnya konselor (Guru BK). Mengidentifikasi kasus anak tersebut.
Termasuk salah satunya dengan menginterview anak tersebut untuk mendapatkan data data dari anak tersebut.
1.Defenisi Kesulitan Belajar
Aktifitas belajar bagi setiap individu, tidak selamanya dapat berlangsung secara wajar. Kadang-kadang lancar, kadang-kadang tidak, kadang-kadang dapat cepat menangkap apa yang dipelajari, kadang-kadang terasa amat sulit. Dalam hal semangat, terkadang semangatnya tinggi, tetapi juga sulit untuk mengadakan konsentrasi. Demikian kenyataan yang sering kita jumpai pada setiap anak didik dalam kehidupan sehari-hari dalam kaitannya dengan aktifitas belajar. Setiap individu memang tidak ada yang sama. perbedaan individu ini pulalah yang menyebabkan perbedaan tingkah laku dikalangan anak didik. “dalam keadaan di mana anak didik / siswa tidak dapat belajar sebagaimana mestinya, itulah yang disebut dengan kesulitan belajar. Kesulitan belajar merupakan kekurangan yang tidak nampak secara lahiriah. Ketidak mampuan dalam belajar tidak dapat dikenali dalam wujud fisik yang berbeda dengan orang yang tidak mengalami masalah kesulitan belajar. Kesulitan belajar ini tidak selalu disebabkan karena factor intelligensi yang rendah (kelaianan mental), akan tetapi dapat juga disebabkan karena faktor lain di luar intelligensi. Dengan demikian, IQ yang tinggi belum tentu menjamin keberhasilan belajar. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kesulitan belajar adalah suatu kondisi proses belajar yang ditandai hambatan-hambatan tertentu dalam mencapai hasil belajar.
Dalam kegiatan pembelajaran di sekolah, kita dihadapkan dengan sejumlah karakterisktik siswa yang beraneka ragam. Ada siswa yang dapat menempuh kegiatan belajarnya secara lancar dan berhasil tanpa mengalami kesulitan, namun di sisi lain tidak sedikit pula siswa yang justru dalam belajarnya mengalami berbagai kesulitan. Kesulitan belajar siswa ditunjukkan oleh adanya hambatan-hambatan tertentu untuk mencapai hasil belajar, dan dapat bersifat psikologis, sosiologis, maupun fisiologis, sehingga pada akhirnya dapat menyebabkan prestasi belajar yang dicapainya berada di bawah semestinya.


C.    DIAGNOSA
Diagnosa disini yang dimaksud adalah, memprediksi apa penyebab siswa tersebut susah menerima pelajaran. Otomatis setelah guru mengidentifikasi kasusnya dengan cara menginterview siswa tersebut BK Bisa mendiaknosa apa penyebab siswa tersebut susah menerima pelajaran.
D.    PROGNOSA
Proknosa Disini Hampir Mirip Dengan Diagnosa. Cuman prognosa ini adalah. Prediksi tentang sesuatu. Karena CUACA
Jadi setelah BK mendiaknosa siswa tersebut BK bisa nelakukan prognosa. Apakah mungkin siswa tersebut susah menerima pelajaran karena memang kondisi dukungna keluarga yang kurang mendukung atau karena factor lain?
E.     LANGKAH PEMBERI BANTUANA
Setelah guru Bk melakukan
·        Identifikasi
·        Diagnose
·        Prognosa  
Barulah BK bisa melangkah memberikan bantuan kepada siswa tersebut agar bisa menerima pelajaran dengan mudah. Kalau misalkan itu disebabkan oleh factor kurang biaya, apa yang harus dilakukan. Kalau memang dari lingkungan keluarga bagaimana juga yang harus dilakukan oleh BK.
F.        Tindak Lanjut
Sesudah guru BK memberikan langkah pemberi bantuan kepada siswa. Kemudian BK/Guru sebagai konselor siswa. Ada tindak lanjut sebagai langkah langkah penyuluhan diatas. Harus bagaimana seorang BK menindaklanjuti kasus tersebut.
G.        Perkataan
·        Setelah
·        Identifikasi kasus
·        Deskripsi
·        Prognosa
·        Langkah pemberi bantuan
·        Tindak lanjut
Semuanya sudah ditempuh barulah BK melakukan pendekatan terhadap siswa. Bahkan, keljuarga siwa tersebut untuk apa? Atas BK memperoleh suatu keterangan dari keluarga siswa tersebut, adapun salah satu metode, agar BK memperoleh dengan keterangan dari  keluarga siswa tersebut yaitu : metode obeservasi adalah = suatu cara untuk mengumpulkan data yang diinginkan dengan jalan mengadakan. Pengamatan, secara langsung. Penyelidik secara langsung mendatangi sasaran, penyelidikan, melihat, mendengarkan serta membuat catatan untuk di anlisis setelah. Semua komponen kompenen itu tadi dikumpulkan, jadi suatu, baru, insyallah BK bisa menyelesaikan study kasus tersebut sehingga sedikit atau banyak yang diharapkan dari siswa tersebut bisa menerima pelajaran mudah tercapai. Karena adanya langka langkah bimbingan penyuluhan tersebut
.












BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang penulis buat. Dapat disimpulkan bahwa  tidak semua kesulitan belajar siswa disebabkan dari dirnya sendiri. bisa faktor inter ataupun faktor internal.

B. Saran
.Untuk guru BK selalu aktif dalam permasalahan siswa. karena guru adalah sebagai fasilitator dan pendidik.













Daftar Pustaka
·        studi-kasus-kesulitan-belajar /pringsewukonseling.blogspot.com
·        page/60103/ bukukonseling.com
·        www.bukukita.com
 

No comments:

Post a Comment