“Siswa
Susah Menerima Pelajaran ”
Diajukan Untuk Memenuhi tugas MakalahMata Kuliah
Bimbingan Konseling
Dosen pengampu :
Hendro Juono. St. MM
Di susun Oleh:
Habiburrahman
Uur
Kholifah
Suyani
Prody: SI PAI (Pendidikan
Agama Islam)
Jurusan:
Tarbiyah
Tahun ajaran 2012-2013 M
Sekolah Tinggi Islam Blambangan (STIB)-
Banyuwangi
Kata
Pengantar
Puji syukur
kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan
Hinayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam
bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat
dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca
dalam administrasi pendidikan dalam profesi keguruan.
Harapan saya semoga makalah ini membantu
menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat
memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan
karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan
kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun
untuk kesempurnaan makalah ini
BAB I
PENDAHULUAN
A. KATA
PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji
syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa penulis dapat menyelesaikan tugas Makalah yang
berjudul “Siswa susah menerima pelajaran.
Dalam pembuatan tugas Makalah ini, penulis mendapat
bantuan dari berbagai pihak, maka pada kesempatan ini penulis mengucapkan
terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : Bpk. Hendro selaku dosen pengempu.
dan Teman teman yang telah memberikan
kesempatan dan memberi fasilitas sehingga mtugas ini dapat selesai dengan
lancar.
Akhir kata semoga tugas
Makalah ini bisa bermanfaat bagi kita pada umumnya dan penulis pada khususnya,
penulis menyadari bahwa dalam pembuatan tugas Makalah ini masih jauh dari
sempurna untuk itu penulis menerima saran dan kritik yang bersifat membangun
demi perbaikan kearah kesempurnaan. Akhir kata penulis sampaikan terimakasih.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Latar Belakang
Sebagai
seorang guru yang sehari-hari mengajar di sekolah, tentunya tidak jarang harus
menangani anak-anak yang mengalami kesulitan dalam belajar. Anak-anak yang
sepertinya sulit sekali menerima materi pelajaran, baik pelajaran membaca,
menulis, serta berhitung yang merupakan kebutuhan dasar yang akan dipelajari
pada saat sekolah dasar. Hal ini terkadang membuat guru menjadi frustasi
memikirkan bagaimana menghadapi anak-anak seperti ini. Demikian juga para orang
tua yang memiliki anak-anak yang memiliki kesulitan dalam belajar. Harapan agar
anak mereka menjadi anak yang pandai, mendapatkan nilai yang baik di sekolah
menambah kesedihan mereka ketika melihat kenyataan bahwa anak-anak mereka
kesulitan dalam belajar.
Akan
tetapi yang lebih menyedihkan adalah perlakuan yang diterima anak yang
mengalami kesulitan belajar dari orang tua dan guru yang tidak mengetahui
masalah yang sebenarnya, sehingga mereka memberikan cap kepada anak mereka
sebagai anak yang bodoh, tolol, ataupun gagal tanpa memahami dan menelusuri
latar belakang, sebab akibat kenapa anka tersebut mengalami kegagalan dalam
belajar.
Fenomena ini kemudian menjadi perhatian para ilmuan yang tertarik dengan masalah kesulitan belajar. Begitu juga para mahasiswa yang pada saat melakukan penelitian di sekolah dasar melihat bahwa kebanyakan guru belum maksimal dalam upaya pemberian bantuan terhadap kesulitan belajar ank di sekolah. Untuk itu penulis terpanggil untuk memberikan beberapa masukan dan saran kepada pihak sekolah yang diteliti
Fenomena ini kemudian menjadi perhatian para ilmuan yang tertarik dengan masalah kesulitan belajar. Begitu juga para mahasiswa yang pada saat melakukan penelitian di sekolah dasar melihat bahwa kebanyakan guru belum maksimal dalam upaya pemberian bantuan terhadap kesulitan belajar ank di sekolah. Untuk itu penulis terpanggil untuk memberikan beberapa masukan dan saran kepada pihak sekolah yang diteliti
B.
IDENTIFIKASI KASUS
Awal mula ketika seorang guru itu tau bahwa kasus
siswa tersebut adalah susah menerima
pelajaran. Seorang guru
khususnya konselor (Guru BK). Mengidentifikasi kasus anak tersebut.
Termasuk salah satunya
dengan menginterview anak tersebut untuk mendapatkan data data dari anak
tersebut.
1.Defenisi
Kesulitan Belajar
Aktifitas
belajar bagi setiap individu, tidak selamanya dapat berlangsung secara wajar.
Kadang-kadang lancar, kadang-kadang tidak, kadang-kadang dapat cepat menangkap
apa yang dipelajari, kadang-kadang terasa amat sulit. Dalam hal semangat,
terkadang semangatnya tinggi, tetapi juga sulit untuk mengadakan konsentrasi.
Demikian kenyataan yang sering kita jumpai pada setiap anak didik dalam
kehidupan sehari-hari dalam kaitannya dengan aktifitas belajar. Setiap individu
memang tidak ada yang sama. perbedaan individu ini pulalah yang menyebabkan
perbedaan tingkah laku dikalangan anak didik. “dalam keadaan di mana anak didik
/ siswa tidak dapat belajar sebagaimana mestinya, itulah yang disebut dengan
kesulitan belajar. Kesulitan belajar merupakan kekurangan yang tidak nampak
secara lahiriah. Ketidak mampuan dalam belajar tidak dapat dikenali dalam wujud
fisik yang berbeda dengan orang yang tidak mengalami masalah kesulitan belajar.
Kesulitan belajar ini tidak selalu disebabkan karena factor intelligensi yang
rendah (kelaianan mental), akan tetapi dapat juga disebabkan karena faktor lain
di luar intelligensi. Dengan demikian, IQ yang tinggi belum tentu menjamin
keberhasilan belajar. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kesulitan belajar
adalah suatu kondisi proses belajar yang ditandai hambatan-hambatan tertentu
dalam mencapai hasil belajar.
Dalam
kegiatan pembelajaran di sekolah, kita dihadapkan dengan sejumlah
karakterisktik siswa yang beraneka ragam. Ada siswa yang dapat menempuh
kegiatan belajarnya secara lancar dan berhasil tanpa mengalami kesulitan, namun
di sisi lain tidak sedikit pula siswa yang justru dalam belajarnya mengalami
berbagai kesulitan. Kesulitan belajar siswa ditunjukkan oleh adanya hambatan-hambatan
tertentu untuk mencapai hasil belajar, dan dapat bersifat psikologis,
sosiologis, maupun fisiologis, sehingga pada akhirnya dapat menyebabkan
prestasi belajar yang dicapainya berada di bawah semestinya.
C.
DIAGNOSA
Diagnosa disini yang
dimaksud adalah, memprediksi apa penyebab siswa tersebut susah menerima
pelajaran. Otomatis setelah guru mengidentifikasi kasusnya dengan cara
menginterview siswa tersebut BK Bisa mendiaknosa apa penyebab siswa tersebut
susah menerima pelajaran.
D.
PROGNOSA
Proknosa Disini Hampir Mirip
Dengan Diagnosa. Cuman prognosa ini adalah. Prediksi tentang sesuatu. Karena
CUACA
Jadi setelah BK mendiaknosa
siswa tersebut BK bisa nelakukan prognosa. Apakah mungkin siswa tersebut susah
menerima pelajaran karena memang kondisi dukungna keluarga yang kurang
mendukung atau karena factor lain?
E.
LANGKAH PEMBERI
BANTUANA
Setelah guru Bk melakukan
·
Identifikasi
·
Diagnose
·
Prognosa
Barulah BK bisa melangkah
memberikan bantuan kepada siswa tersebut agar bisa menerima pelajaran dengan
mudah. Kalau misalkan itu disebabkan oleh factor kurang biaya, apa yang harus
dilakukan. Kalau memang dari lingkungan keluarga bagaimana juga yang harus
dilakukan oleh BK.
F.
Tindak Lanjut
Sesudah guru BK memberikan
langkah pemberi bantuan kepada siswa. Kemudian BK/Guru sebagai konselor siswa.
Ada tindak lanjut sebagai langkah langkah penyuluhan diatas. Harus bagaimana
seorang BK menindaklanjuti kasus tersebut.
G.
Perkataan
·
Setelah
·
Identifikasi kasus
·
Deskripsi
·
Prognosa
·
Langkah pemberi
bantuan
·
Tindak lanjut
Semuanya sudah ditempuh
barulah BK melakukan pendekatan terhadap siswa. Bahkan, keljuarga siwa tersebut
untuk apa? Atas BK memperoleh suatu keterangan dari keluarga siswa tersebut,
adapun salah satu metode, agar BK memperoleh dengan keterangan dari keluarga siswa tersebut yaitu : metode
obeservasi adalah = suatu cara untuk mengumpulkan data yang diinginkan dengan
jalan mengadakan. Pengamatan, secara langsung. Penyelidik secara langsung
mendatangi sasaran, penyelidikan, melihat, mendengarkan serta membuat catatan
untuk di anlisis setelah. Semua komponen kompenen itu tadi dikumpulkan, jadi
suatu, baru, insyallah BK bisa menyelesaikan study kasus tersebut sehingga
sedikit atau banyak yang diharapkan dari siswa tersebut bisa menerima pelajaran
mudah tercapai. Karena adanya langka langkah bimbingan penyuluhan tersebut
.
BAB
III
PENUTUP
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan
hasil penelitian yang penulis buat. Dapat disimpulkan bahwa tidak semua kesulitan belajar siswa disebabkan
dari dirnya sendiri. bisa faktor inter ataupun faktor internal.
B. Saran
.Untuk
guru BK selalu aktif dalam permasalahan siswa. karena guru adalah sebagai
fasilitator dan pendidik.
Daftar Pustaka
·
studi-kasus-kesulitan-belajar /pringsewukonseling.blogspot.com
·
page/60103/ bukukonseling.com
·
www.bukukita.com
No comments:
Post a Comment