Friday, 6 February 2015

Metode Penelitian



A.    HIPOTESIS
“Hipotesis adalah kebenaran yang masih berada di bawah ( belum tentu benar) dan baru dapat diangkat menjadi suatu kebenaran jika telah disertai bukti – bukti”.[1] Hipotesis yang penulis ajukan dalam penelitian ini adalah :
1.      Hipotesis Alternatif
Ha       : Ada Peranan yang sigifikan terhadap Guru PAI dalam membentuk karakter  siswa MA Al Azhar Muncar Kecamatan Megang Sakti Kabupaten Musi Rawas.
2.      Hipotesis Nihil ( Ho )
Ho       : Tidak ada Peranan yang sigifikan terhadap Guru PAI dalam membentuk karakter  siswa MA Al Azhar Muncar Kecamatan Megang Sakti Kabupaten Musi Rawas.
                                                                                         
B.     METODE PENELITIAN

A.    Jenis penelitian
1.    Metode induktif
adalah menguraikan data yang bersifat khusus kemudian ditarik yang bersifat umum.[2]
Metode induktif ini digunakan untuk mengetahui suatu data yang bersifat umum, menyimpulkan dari beberapa ahli atau ilmuan dalam landasan teori agar jelas apa yang dimaksud.
2.                         Metode deduktif
adalah suatu pola berfikir dari soal – soal yang bersifat umum kemudian ditarik kesimpulan yang bersifat khusus dengan menguraikan data teoritis juga membandingkan beberapa pendapat kemudian ditarik kesimpulan dan juga untuk menganalisa data. Untuk menyimpulkan dari beberapa pendapat para ahli atau ilmuan agar lebih jelas maksudnya.
Menurut prof. Drs Sutrisno Hadi metode deduktif adalah : apa saja yang dipandang benar pada suatu peristiwa dalam suatu kelas atau jenis berlaku juga sebagai hal yang benar pada semua peristiwa yang terminus dsalam kelas atau jenis itu.[3]
Metode diduktif ini digunakan untuk menarik kesimpulan dari data yang yang bersifat khusus dan menguraikan data teoristis agar ilmuan lebih jels maksudnya.
2.      Metode komperatif, adalah membandingkan dua atau tiga kejadian dengan melihat kejadian – kejadian ataupun penyebab – penyebabnya. Metode komperatif digunakan untuk membahas penyajian hasil penelitian yang berasal dari beberapa pendapat atau sumber informasi,
Menurut Prof. Dr. Suhairini Arikunto metode komperatif adalah ”menulis faktor –faktor tertentu yang berhubungan dengan situasi yang diselidiki dan dibandingkan antara suatu faktor dengan faktor lain.”[4]Metode ini digunakan untuk mengambil kesimpulan tentaang pengertian – pengertian dari suatu hal seperti pengertian kedisiplinan, atau penegrtian tentang akhlaq dan lain – lain.
B.     Populasi
Populasi adalah keseluruhan obyek yang diteliti, pengertian populasi menurut Dr. Suharsini arikunto adalah sebagai keseluruhan dari obyek penelitian. 56 adalah obyek penelitian di MTs Al-Basmalah Plumpungrejo Kec. Wonoasri Kab.Madiun. adalah siswa, guru, dan kepala sekolah maka mata pelajaran yang diajarkan pada sekolah ini dianggap oleh penulis untuk dijadikan obyek penelitian dan perinciannya adalah sebagai berikut.
Sekolah MA Miftahussalam
L
P
Jumlah
Keterangan
Kelas
X
XI
XII
24
34
17
14
41
14
38
75
31



74
70
144

C.    Sampel
Menurut Prof. Dr. sutrisno Hadi MA bahwa yang dimaksud sampel adalah :
“sangat jarang orang menelidiki seluruh penduduk untuk menetahui setiap pendapat mereka melainkan hanya sebagian saja walaupun begitu kesimpulan –  kesimpulan dari penelidikan itu tidak dibatasi pada orang – orang lain yang turun menjadi obyek penelidikan sebagai individu yang diselidiki untuk siap kenyataan – kenyataan yang deperoleh dari sampel itu hendak digeneralisasikan disebut sebagai populasi atau universe.[5]
Adapun tentang besar kecilnya sampel diambil dari populasi tidak ada ketentuan yang jelas dalam hal ini Prof. Dr. Sutrisno Hadi MA menyatakan bahwa :
“sebenarnya tidak ada ketentuan mutlak berapa suatu sampel harus diambil dari populasi.[6]
Akan tetapi menrut suharini arikuntomenjelaskan bahwa :
” sekedar ancer-ancer maka apabila subyek kurang dari 100 lebih, lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan populasi, selanjutnya jika jumlah subyeknya bersar dapat diambil antara 10 – 15% atau 20 – 25%.[7]
Tabel II
Sampel penelitian MA Al Azhar Muncar
Tahun Pelajaran 2014 
NO
Kelas
Jumlah
25 %
SAMPEL
1
X
38
38 x 25% = 10
10
2
XI
75
75 x 25% = 18
18
3
XII
31
31 x 25% = 7
7
Jumlah
144
Jumlah
35
*penentuan sampel dengan menggunakan rondom sampling
D.    Metode Pengumpulan Data
a)      Metode Interview
Interviu yang juga disebut dengan wawancara atau kuesioner lisan, adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara (interviewer).
Interviu digunakan oleh peneliti untuk meneliti keadaan seseorang misalnya untukmencari tentang variabel latar belakang murid atau orang tua, pemdidikan, perhatian, sikap sesuatu.
Ditinjau dari pelaksanaanya, maka dibebaskan atas :
  1. Interviu bebas, unguided Intervew, dimana pewawancara bebas menanyakan apa saja, tetapi menginagt akan data apa yang akan dikumpulkan.
  2. Interviu terpimpin, guided imtervew, yaitu yang dilakukan oleh pewawancara dengan membawa sederetan pertanyaan lengkap dan terperinci seperti yang dimaksud dalam interviu.
  3. Interviu bebas terpimpin, yaitu kombinasi antara interviu bebas dan interviu terpimpin.
Metode ini digunakan oleh penulis untuk mengetahui data tentang :
1.      Sejarah berdirinya MA Al Azhar Muncar
2.      Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di MA Al Azhar Muncar
3.      Keaktifan siswa dalam mengikuti bidang setudy pendidikan agama Islam.
  1. Metode Observasi
Yaitu metode pengumpulan data dengan pengamatan langsung, secara sistematis terhadap kenyataan – kenyataan yang diselidiki. Di dalam pengertian pesikologi, observasi atau disebut juga dengan pengamatan, meliputi pemusatan, perhatian terhadap sesuatu obyek dengan menggunakan seluruh alat indra.
Observasi dapat dilakukan dengan dua cara, yang kemudian digunakan untuk menyebut jenis observasi yaitu :
  1. Obser vasi non isitematis, yang dilakukan oleh pengamat dengan tidak mengunakan intrumens pengamatan.
  2. Observasi sistematis, yang dilakukan oleh pengamatdengan mengunakan pedoman sebagai instrumen pengamatan.
Metode ini dipergunakan untuk mengetahui data tentang :
1.      Letak geografis MA Al Azhar Muncar
2.      Sarana dan prasarana fasilitas madrasah tempat penelitian.
  1. Tentang kebiasaan siswa sehari – hari
  2. Struktur organisasi kepegawaian di MA Al Azhar Muncar
  3. Metode angket
Adalah suatu daftar pertanyaan yang diajukan kepada pihak atau orang yang dimintai pendapat tentang pribadinya untuk memberikan jawaban yang dianggap cocok atau dipercaya. Pada metode ini, pertanyaan diajukan secara tertulis dan disebarkan kepada para responden untuk dijawab, dikembalikan lagi kepada pihak peneliti.
Angket ini digunakan untuk mendapatkan data melalui angket langsung kepada siswa untuk menetahui tentang :
  1. Untuk memperoleh data tentang sikap siswa dalam pelaksanaan pendidikan agama Islam
  2. Untuk memperoleh data tentang hambatan – hambatan yang mempengaruhi pendidikan agama Islam dalam upaya meningkatkan akhlaqul karimah.
  3. Untuk memperoleh data tentang sikapsiawa terhadap materi pendidikan agama Islam yang berkaitan dengan akhlqul karimah.
  4. Metode Analisa Data
yang dimaksud dengan metode analisa data adalah uasaha secara konkrit agar data yang dihimpun itu dapat diatur sedemikian rupa sehingga data tersebut dapat dibuktikan. Halmini akan dapat menjadikan kenyataan apabila data tersebut tersusun dan diolah dengan sistematis yang baik. Menurut Drs. H. Nazar Bakry dalam bukunya menyatakan :
”Analisa data adalah serangkaian kegiatan mengolah seperangkat hasil baik dalam bentuk pertemuan baru maupun dalam bentuk pembuktian kebenaran hipotesa.[8]
Sedangkan maksud dari metode analisa data dengan sesuai njenis penelitian yang dipilih merupakan cara yang digunakan untuk mengolah dan menyusun data yang terkumpul untuk ditarik suatu kesimpuilan menuju suatu kebenaran yang dapat diprtanggung jawabkan untuk dayta kualitatif penulis menggunakan teknik data kwalitatif yaitu jadi pertama-tama penulis mulai dari fakta – fakta kudus menuju sitem umum. Dari dari penjalasan sifatnya umum tersebut, penulkis menyelidiki lagi fakta – fakta untuk mengecek penjelasan brrkeyakinan tentang obyek personal sampai pada suatu pemecahan hasil yang dicapai.
  1. Untuk data yang kuatitatif penulis menggunakan teknik data statistik Diskriktik adalah setatistik yangmempunyai tugas menggorganisasikan dan menganalisa data angka, agar dapat memberikan gambaran secara teratur, ringkas, jelas mengenai suatu gejala peristiwa atau keadaan makna tertentu.[9]
  2. Reflektif tingking, yang dimaksud reflektif tingking adalah mengkombinasikan yang baik dari dua cara metode yaitu induktif dan deduktif. Bahwa penyelidikan mula-mula bergerak dari fakta-fakta itu hal ini dilakukan secara terus menerus sampai diperoleh ekspalansi eksplansi yang memberikan kenyakinan padanya tentang obyek persoalan. Jadi jelas penulisan menggunakan metode dan Reklektif thingking sebagai usaha atau langkah menuju kesempurnaan skripsi ini.
Sehingga dapat mengambarkan penyajian angka-angka dan presentasenya dengan mengunakan rumus :
P  =    X  100 %               F = frekuensi
                                         N = jumlah Frekuensi / banyaknya indifidu
                                         P = Angka Presentase[10]
C.    Sistematika Pembahasan
Dalam pembahasan suatu permasalahan harus didasari oleh kerangka berpikir yang jelas dan teratur. Yang mana dalam rumusan masalah peneliti secara umum merumuskan Peranan Guru Pai dalam membentuk Karakter siswa MA Al Azhar Muncar Kecamatan Megang Sakti Kabupaten Musi Rawas.
Untuk memperoleh gambaran dan penjelasan menyeluruh dalam penelitian ini, maka penulis menggunakan sistematika sebagai berikut :
Bab pertama, yang merupakan bab pendahuluan yang terdiri yang terdiri  dari latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan peenlitian, hipotesis, manfaat penelitian,defenisi istilah.
Bab kedua, menyajikan tentang kajian pustaka yang terdiri dari pengertian guru PAI, pengertian pendidikan agama islam, pengertian Karakter.
Bab ketiga,metode penelitian yang  merupakan rancangan penelitian, populasi dan sampel penelitian, prosedur pengumpulan data, anlisa data yang telah dikumpul tentang bagaimana peranan Guru PAI dalam membentuk Karakter Siswa MA Al Azhar Muncar Kecamatan  Megang Sakti Kabupaten Musi Rawas.
Bab keempat, menggambarkan hasil dan pembahasan penelitian penelitian yang meliputi gambaran singkat daerah penelitian, penyajian data dan analisa data, pengujian hipotesis.
Bab kelima, merupakan bab penutup yang berisikan simpulan dan saran – saran dari hasil penelitian.






D.    DAFTAR PUSTAKA
1.                         Departemen Agama RI, Al Qur’an dan Terjemahnya, Toha Putra, Semarang, 1989
2.    Arifin, Hubungan Timbal Balik Pendidikan Agama Islam di Sekolah dan Keluarga, Bulan     Bintang Jakarta, 1976
3.    Zakiah Daradjat, Kepribadian Guru, Bulan Bintang, Jakarta, 1982
4.    Zuhairini, dkk, Metodik Khusus Pendidikan Agama Islam, Usaha Nasional, Surabaya,1981
5.    Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Model Praktek, ( Jakarta:Rineka Cipta, 2002)
6.    Sutrisno Hadi, Metodologi Reaserch, Ygyakarta, 1982
7.     Sutrisno Hadi, Metodologi Reaserch, Ygyakarta, 1982
8.    Suhairini arikunto, Prosedur penelitian suatu pendekatan Praktek, Reneka cipta, Jakarta
9.    Abdurrahman, An-Nahlawi, Prinsip-Prinsip dan Metode Pendidikan Islam dalam Keluarga, Sekolah dan Masyarakat, Diponegoro, Bandung, 1992
10.  Hery Noer Aly, Ilmu Pendidikan Islam, Logos Wacana Mulia, Jakarta, Cet. I, 1999
11.  Asmaran, AS., Pengantar Studi Akhlaq, Bulan Bintang, Jakarta, 1995
12.  Endang Syaifuddin, Ansshary, Wawasan Islam, Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2003
13.  Rahman Shaleh, Akhlaq Ilmu Tauhid, Madrasah Aliyah, Cet. Ketujuh, 2000
14.  Mahmud Yunus, Metodik Khusus Pendidikan Agama, Hidya Karya Agung, Jakarta, 1983
15.  Arifin, Hubungan Timbal Balik Pendidikan Agama Islam di Sekolah dan Keluarga, Bulan Bintang Jakarta, 1976



 [1] Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Model Praktek, ( Jakarta:Rineka Cipta, 2002),h.45
      [2] Sutrisno Hadi, Metodologi Reaserch, Ygyakarta, 1982, hal 42
      [3] Sutrisno Hadi, Metodologi Reaserch, Ygyakarta, 1982, hal 42
      [4] Suhairini arikunto, Prosedur penelitian suatu pendekatan Praktek, Reneka cipta, jakarta, hal 115
      [5] Sutrisno Hadi. Metodologo Reaseasch hlm 71


      [6] Sutrisno Hadi. Metodologo Reaseasch Hal.71
      [7] Suhaisismi Arikunto...Hal.107

[8] Nazar Bakry, tuntutan Praktis Motodologi Penelitian. CV. Pedoman Ilmu Jaya, Padang,1994,Hal.48
      [9] Anas Sudijono, Pengantar Statistik Pendidikan, Jakarta Rajawali Press.1991,Hal.4
      [10] Anas Sudijono….1991,Hal.40

No comments:

Post a Comment