“Makalah Peran Pengembangan Kurikulum Di Sekolah”
Makalah Diajukan Untuk Memenuhi
Tugas Mata Kuliah
Pengembangan Kurikulum
Dosen pengampu :
Drs. Suyitno. M. Pd. I
Penulis:
Habiburrahman
Nim/ Nimko: 201199010004
Prody: SI PAI (Pendidikan Agama Islam)
Jurusan:
Tarbiyah
Tahun
ajaran 2012-2013 M
Sekolah
Tinggi Islam Blambangan (STIB)- Banyuwangi
Halaman Judul
BAB I
Pendahuluan ………………………………………………… ……… I
Perumusan Masalah
……………………………………………..……. I
Tujuan Pembuatan
Makalah …………………………………………... I
BAB II PEMBAHASAN
A. Peran Kurikulum dalam Sistem Pendidikan ………………………………….. V
B. Pihak yang Berperan
dalam Pengembangan Kurikulum dan Peranannya …….. VI
C. Peran Pengembangan
Kurikulum Dalam Menunjang Keberhasilan Pendidikan.. IX
BAB
VI PENUTUP
A.
Kesimpulan ………………………………………………………….. X
B.
Saran ………………………………………………………………….. X
C.
Daftar Pustaka ………………………………………………………. XI
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Kurikulum memegang
peranan penting dalam pendidikan sebab berkaitan dengan penentuan arah, isi,
dan proses pendidikan. Seiring dengan perkembangan zaman tuntutan dari
masyarakat, maka dunia pendidikan harus melakukan inovasi dalam pendidikan.
Inovasi akan berjalan dan mencapai sasarannya jika program pendidikan tersebut
dirancang dan diimplementasikan sesuai dengan kondisi dan tuntutan zaman.
Persoalan kurikulum tidak semata hanya urusan
sekolah saja (kepala sekolah dan guru), melainkan pula menjadi urusan banyak
pihak lainnya seperti orang tua murid dan masyarakat. Artinya pengembangan
sebuah kurikulum sekolah melibatkan melibatkan berbagai pihak dengan peranannya
masing-masing.
Kurikulum memegang peranan penting dalam
pendidikan, sebab berkaitan dengan penentuan arah, isi dan proses pendidikan
yang pada akhirnya menentukan macam dan kualifikasi lulusan suatu lembaga
pendidikan. Seiring dengan perkembangan jaman dan tuntutan dari masyarakat,
maka dunia pendidikan harus melakukan inovasi dalam pendidikan. Sebagai
salah satu komponen dalam sistem pendidikan, pengembangan kurikulum memiliki
peranan-peranan penting.
B. Perumusan
Masalah
1.
Apa peran kurikulum dalam sistem pendidikan saat ini?
2.
Siapa saja yang berperan dalam pengembangan kurikulum dan apa
peranannya?
3.
Bagaimana peran pengembangan kurikulum dalam menunjang
keberhasilan dunia pendidikan?
C. Tujuan
Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini
adalah :
1.
Mengetahui peran
kurikulum dalam sistem pendidikan.
2.
Mengetahui siapa saja
yang berperan dalam
pengembangan kurikulum sehingga mencapai tujuan pendidikan.
3.
Mengetahui sejauh mana peranan kurikulum dalam menunjang
keberhasilan dalam dunia pendidikan.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Peran Kurikulum dalam Sistem Pendidikan
Sebagai salah satu
komponen dalam sistem pendidikan, paling tidak kurikulum memiliki tiga peran,
yaitu peran konservatif, peranan kreatif, serta peran kritis dan
evaluatif. (Hamalik, 1990).
1. Peranan
Konservatif
Salah satu tugas dan
tanggung jawab sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan adalah mewariskan
nilai-nilai dan budaya masyarakat kepada generasi muda yakni siswa. Siswa perlu
memahami dan menyadari norma-norma dan pandangan hidup masyarakatnya, sehingga
ketika mereka kembali ke masyarakat, mereka dapat menjunjung tinggi dan
berperilaku sesuai dengan norma-norma tersebut.
Peran konservatif
kurikulum adalah melestarikan berbagai nilai budaya sebagai warisan masa lalu. Dikaitkan dengan era
globalisasi sebagai akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi, yang
memungkinkan mudahnya pengaruh budaya asing menggerogoti budaya lokal, maka
peran konservatif dalam kurikulum memiliki arti yang sangat penting. Melalui
peran konservatifnya, kurikulum berperan dalam menangkal berbagai pengaruh yang
dapat merusak nilai-nilai luhur masyarakat, sehingga keajegan dan identitas
masyarakat akan terpelihara dengan baik.
2.
Peran Kreatif
Ternyata tugas dan tanggung jawab sekolah
tidak hanya sebatas mewariskan nilai-nilai lama. Sekolah memiliki tanggung
jawab dalam mengembangkan hal-hal baru sesuai dengan tuntutan zaman. Sebab pada
kenyataannya masyarakat tidak bersifat statis, akan tetapi dinamis yang selalu
mengalami perubahan. Dalam rangka inilah kurikulum memiliki peran kreatif.
Kurikulum harus mampu menjawab setiap tantangan sesuai dengan perkembangan dan
kebutuhan masyarakat yang cepat berubah.
Dalam peran kreatifnya, kurikulum harus
mengandung hal-hal baru sehingga dapat membantu siswa untuk dapat
mengembangakan setiap potensi yang dimilikinya agar dapat berperan aktif dalam
kehidupan social masyarakat yang senantiasa bergerak maju secara dinamis.
Kurikulum harus berperan kreatif, sebab manakala kurikulum tidak mengandung
unsur-unsur baru maka pendidikan selamanya akan tertinggal, yang berarti apa
yang diberikan di sekolah pada akhirnya akan kurang bermakna, karena tidak
relevan lagi dengan kebutuhan dan tuntutan sosial masyarakat.
3.
Peran kritis dan Evaluatif
Tidak setiap nilai dan budaya lama harus tetap
dipertahankan, sebab kadang-kadang nilai dan budaya lama itu sudah tidak sesuai
dengan tuntutan perkembangan masyarakat, demikian juga adakalanya nilai dan
budaya baru yang mana yang harus dimiliki anak didik. Dalam rangka inilah peran
kritis dan evaluatif kurikulum diperlukan. Kurikulum harus berperan dalam menyeleksi
dan mengevaluasi segala sesuatu yang dianggap bermanfaat untuk kehidupan anak
didik.
B.
Pihak yang Berperan dalam Pengembangan
Kurikulum dan Peranannya
Dalam mengembangkan suatu
kurikulum banyak pihak yang turut berpartisipasi, yaitu administrator
pendidikan, ahli pendidikan, ahli kurikulum, ahli bidang ilmu pengetahuan,
guru-guru, dan orang tua murid serta tokoh-tokoh masyarakat. Dari pihak-pihak
tersebut yang secara terus menerus turut terlibat dalam pengembangan kurikulum
adalah: administrator, guru, dan orang tua.
1. Peranan
para administrator pendidikan
Para administrator
pendidikan ini terdiri dari atas: direktur bidang pendidikan, pusat
pengembangan kurikulum, kepala kantor wilayah, kepala kantor kabupaten dan
kecamatan serta kepala sekolah. Peranan para administrator di tingkat pusat
(direktur dan kepala pusat) dalam pengembangan kurikulum adalah menyusun
dasar-dasar hukum, menyusun dasar serta program inti
kurikulum. Kerangka dasar dan progam inti akan menentukan minimum course yang
dituntut.
Administrator tingkat
pusat bekerja sama dengan para ahli pendidikan dan ahli bidang studi di
Perguruan Tinggi serta meminta persetujuannya terutama dalam penyusunan
kurikulum sekolah. Atas dasar kerangka dasar dan program inti tersebut para
administrator daerah (kepala kantor wilayah) dan administrator lokal
(kabupaten, kecamatan, dan kepala sekolah) mengembangkan kurikulum sekolah bagi
daerahnya yang sesuai dengan kebutuhan daerah.
Para kepala sekolah
mempunyai wewenang dalam membuat operasionalisasi sistem pada masing-masing
sekolah. Para kepala sekolah ini sesungguhnya yang secara terus menerus
terlibat dalam pengembangan dan implementasi kurikulum, memberikan dorongan dan
bimbingan kepada guru-guru. Administrator lokal harus bekerja sama dengan
kepala sekolah dan guru dalam mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan
kebutuhan masyarakat, mengkomunikasikan sistem pendidikan kepada masyarakat,
serta mendorong pelaksanaan kurikulum oleh guru-guru dikelas. Peranan kepala
sekolah lebih banyak berkenaan dengan implementasi kurikulum disekolahnya.
Kepala sekolah juga mempunyai peranan penting dalam menciptakan kondisi untuk
pengembangan kurikulum di sekolahnya.
2. Peranan para ahli
Pengembangan kurikulum
juga membutuhkan partisipasi para ahli bidang studi/ bidang ilmu yang juga mempunyai wawasan
tentang pendidikan serta perkembangan tuntutan masyarakat. Sumbangan mereka
dalam memilih materi bidang ilmu, yang mutakhir dan sesuai dengan perkembangan
kebutuhan masyarakat sangat diperlukan. Mereka juga sangat diharapkan
partisipasinya dalam menyusun materi ajaran yang sesuai dengan struktur
keilmuan akan tetapi sangat memudahkan para siswa untuk mempelajarinya.
3. Peranan guru
Guru memegang peranan yang sangat penting baik
di dalam perencanaan maupun pelaksanaan kurikulum. Dia adalah perencana,
pelaksana, dan pengemban kurikulum bagi kelasnya. Peranan guru bukan hanya
menilai perilaku dan prestasi belajar murid-murid dalam kelas, tetapi juga
menilai implementasi kurikulum dalam lingkup yang luas. Hasil-hasil penilaian
demikian akan sangat membantu pengembangan kurikulum, untuk memahami
hambatan-hambatan dalam implementasi kurikulum dan juga membantu mencari cara
untuk mengoptimalkan kegiatan guru.
Guru tidak hanya berperan sebagai guru didalam
kelas, ia juga seorang komunikator, pendorong kegiatan belajar, pengembang
alat-alat belajar, pencoba penyusunan organisasi, manager system pengajaran,
pembimbing baik di sekolah maupun masyarakat dalam hubungannya dengan
pelaksanaan pendidikan seumur hidup. Sebagai pelaksana kurikulum maka guru
pula yang harus menciptakan kegiatan belajar mengajar bagi
murid-muridnya. Berkat keahlian, keterampilan, dan kemampuan seninya dalam
mengajar, guru mampu menciptakan situasi belajar yang aktif yang menggairahkan
yang penuh kesungguhan dan mampu mendorong kreativitas anak.
4. Peranan orang tua murid
Orang tua juga mempunyai peranan dalam
pengembangan kurikulum. Peranan mereka dapat berkenaan 2 hal
yaitu dalam penyusunan kurikulum dan dalam pelaksanaan kurikulum.
Dalam penyusunan kurikulum mungkin tidak semua orang tua dapat ikut serta,
hanya terbatas kepada beberapa orang saja yang cukup waktu dan mempunyai latar
belakang yang memadai.
Peranan orang tua lebih besar dalam
pelaksanaan kurikulum. Dalam pelaksanaan kurikulum diperlukan kerja sama yang
erat antara guru atau sekolah dengan para orang tua murid. Sebagian kegiatan
belajar yang dituntut kurikulum dilaksanakan dirumah, dan orang tua sewajarnya
mengikuti atau mengamati kegiatan belajar anaknya dirumah. Orang tua juga
secara berkala menerima laporan kemajuan anak-anaknya dari sekolah berupa rapor
dan sebagainya.
Orang tua juga dapat turut serta
berpartisipasi dalam kegiatan di sekolah melalui berbagai kegiatan seperti
diskusi, lokakarya, seminar, pertemuan orang tua-guru. Pameran sekolah, dan
sebagainya. Melalui pengamatan dalam kegiatan belajar di rumah, laporan
sekolah, partisipasi dalam kegiatan sekolah orang tua dapat ikut serta dalam
pengembangan kurikulum terutama dalam bentuk pelaksanaan kegiatan belajar yang
sewajarnya, minat yang penuh, usaha yang sungguh-sungguh, penyelesaian
tugas-tugas serta partisipasi dalam setiap kegiatan di sekolah.
Kegiatan-kegiatan tersebut akan memberikan umpan balik bagi penyempurnaan
kurikulum.
C. Peran Pengembangan Kurikulum Dalam Menunjang
Keberhasilan Pendidikan.
Kurikulum dipersiapkan
dan dikembangkan untuk mencapai tujuan pendidikan, yaitu mempersiapkan peserta
didik agar mereka dapat hidup di masyarakat dan dapat berperan aktif didalamnya. Proses pengembangan
kurikulum harus memperhatikan segala aspek yang terdapat pada peserta didik. Anak didik memiliki keunikan dan
perbedaan-perbedaan baik perbedaan minat, bakat, maupun potensi yang
dimilikinya sesuai dengan tahapan perkembangannya. Dengan alasan itulah,
kurikulum harus memperhatikan kondisi psikologis perkembangan dan belajar anak.
Kurikulum dalam proses pendidikan harus relevan
dengan tuntuan masyarakat. Perkembangan yang terkait dengan Ilmu Pengetahuan
dan Teknologi (IPTEK) harus dipertimbangkan dalam pengembangan kurikulum. Oleh
karena itu, pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam hal ini departemen
pendidikan nasional harus mampu dengan cepat menjawab tantangan-tantangan
tersebut untuk direalisasikan dalam program pendidikan di wilayah kerjanya.
Selain bersifat dinamis karena selalu
mengikuti perkembangan dan perubahan jaman, kurikulum juga merupakan suatu
perangkat yang strategis dalam suatu program pendidikan. Bersifat strategis
karena kurikulum memiliki pengaruh langsung terhadap keberhasilan pencapaian
tujuan pendidikan. Di Indonesia, kurikulum disusun dan berlaku secara
Nasional untuk semua sekolah pada jenjang yang sama. Ini dimaksudkan untuk
mewujudkan cita-cita Nasional Bangsa Indonesia. Setiap kurikulum selalu
berisikan sesuatu yang dicita-citakan dalam bidang pendidikan artinya hasil
belajar yang diinginkan agar dimiliki oleh anak didik.
Sebagai pedoman dalam
pelaksanaan pendidikan dan pengajaran kurikulum sekolah menjadi
bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam proses belajar mengajar. Tanpa adanya
kurikulum dan tanpa mengikuti program-program yang ada di dalamnya dan tanpa
adanya peran dan kerjasama dari berbagai pihak sepertiadministrator
pendidikan, ahli pendidikan, ahli kurikulum, ahli bidang ilmu pengetahuan,
guru-guru, dan orang tua murid serta tokoh-tokoh masyarakat ,
maka keberhasilan pendidikan di negara kita tidak akan tercapai.
.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan tentang Peran
Pengembangan Kurikulum dapat disimpulkan bahwa sebagai salah satu
komponen dalam sistem pendidikan, kurikulum memiliki tiga peran, yaitu peran
konservatif, peranan kreatif, serta peran kritis dan evaluatif. Dalam mengembangkan suatu
kurikulum banyak pihak yang turut berpartisipasi, yaitu administrator
pendidikan, ahli pendidikan, ahli kurikulum, ahli bidang ilmu pengetahuan,
guru-guru, dan orang tua murid serta tokoh-tokoh masyarakat. Kurikulum dipersiapkan dan dikembangkan
untuk mencapai tujuan dan keberhasilan
pendidikan.
B. Saran
Ketiga peranan kurikulum di atas baik peran
konservatif, peran kreatif, serta peran kritis dan evaluatif diharapkan dapat berjalan secara seimbang dan
harmonis agar dapat memenuhi tuntutan keadaan. Jika tidak, akan
terjadiketimpangan-ketimpangan yang menyebabkan peranan kurikulum persekolahan
menjadi tidak optimal. Menyelaraskan ketiga peranan kurikulum tersebut menjadi
tanggung jawab semua pihak yang terkait dalam proses pendidikan, baik administrator
pendidikan, ahli pendidikan, ahli kurikulum, ahli bidang ilmu pengetahuan,
guru-guru, dan orang tua murid serta tokoh-tokoh masyarakat. Dengan demikian, pihak-pihak yang terkait
tersebut idealnya dapat memahami betul apa yang menjadi tujuan dan isi dari
kurikulum yang diterapkan sesuai dengan bidang tugas masing-masing untuk
mencapai keberhasilan dalam pendidikan.
DAFTAR PUSTAKA
·
Dakir.2010. Perencanan dan pengembangan Kurikulum Jakarta
: PT Rineka Cipta
·
Sanjaya, Wina. 2008. Kurikulum dan Pembelajaran.
Jakarta : Kencana Prenada Media Group.
·
Sukmadinata dan Nansa Syaodih. 2010. Pengembangan
Kurikulum Teori dan Praktek. Bandung : PT Remaja
Rosdalakarya.
No comments:
Post a Comment